DPD Pemuda Perindo

Pemuda Perindo Bengkulu Ajak Sadar Akan Pendidikan Untuk Para Pemuda Pemudi

"Jangan Ada Kekerasan Terhadap Guru Di Kab.Bengkulu Utara"

iqnal perindo | Selasa, 06 Februari 2018 - 19:18:53 WIB | dibaca: 366 pembaca

Junsen Frendy Tamba Ketua DPD Perindo Bengkulu Utara

Bengkulu Utara - Mencuatnya kasus pemukulan  Ahmad Budi Cahyono guru seni rupa SMA Negeri 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Madura yang tewas dianiaya siswanya berinisial MH, Kamis (1/2/2018).

Selaku tokoh pemuda yang peduli akan lingkungan pendidikan Junsen Frendy menyayangkan kasus dunia pendidikan seorang pahlawan tanpa tanda jasa harus menerima kekerasan dan meninggal dunia oleh muridnya sendiri.

Selaku aktif peduli lingkungan pendidikan mengimbau kepada seluruh pemuda untuk kepada pendidikan terlebih pendidikan inilah salah satu yang bisa mengubah diri kita dari yang tidak mengerti menjadi mengerti .

"Jangan Ada Kekerasan Terhadap Guru Di Kab.Bengkulu Utara, Dunia Pendidikan kita kembali Tercoreng, penganiayaan itu dilakukan seorang murid kepada gurunya,yang akhirnya merenggut Nyawa." Kata Junsenm kemarin (03/02/2017)

Dalam Hal Ini Menjadi Salah Satu Contoh Tidak Berhasilnya Orang Tua Dalam mendidik Anaknya,walau Bagaimanapun Anak Adalah cerminan Orang Tua."Ungkap Junsen

sejatinya pendidikan itu bukan hanya dari bangku pendidikan formal, melainkan dari lingkungan rumah maupun organisasi di luar sekolah.

Pendidikan non-formal biasanya lebih menitiberatkan pada karakter seorang anak yang mana nantinya bisa tertanam sifat saling menghormati

Kita Tentu Prihatin dengan Kejadian Tersebut,Maka Perlu Bersama-sama kita bahu Membahu Membangun dunia pendidikan Khususnya dibengkulu Utara yang lebih Baik dan lebih Konfrensif Lagi,sehingga perlu adanya sinergitas antara Guru,Orangtua/wali Murid,serta pemangku kepentingan terkait demi majunya dunia pendidikan dibengkulu utara ini,sehingga hal demikian tidak terjadi lagi dimasa yang akan datang."Ujar Junsen

Sebagaimana diketahui insiden penganiayaan itu bermula saat guru Budi sedang memberikan materi pelajaran seni lukis di ruang kelas  siang kemarin.

Ketika sedang mengajar siswanya berinisial MH tidak mendengarkan apa yang disampaikan Budi Dinilai menganggu jalannya mata pelajaran Budi kemudian menegur dan mencoret pipi MH dengan cat tulis  Tak terima dipermalukan di depan teman-temannya MH kemudian murka dan memukul gurunya di dalam kelas.

Bahkan usai pulang sekolah MH kembali melepaskan bogem mentah ke Budi hingga kemudian sang guru dikabarkan meninggal keesokan harinya usai dirawat di rumah sakit setempat akibat penganiayaan siswanya." Tutup Junsen

tetap semangat buat seluruh guru-guru dimanapun bertugas ditangan kalianlah masa depan bangsa ini kami titipkan.

 

Sumber :lensabengkulu


Video Terkait:










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)