DPW Pemuda Perindo

DPW Pemuda Kepri Dimaknai Sumpah Pemuda Dengan Semangat Nasionalisme

Ketua Pemuda Perindo Kepri, Benhauser Manik Mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda

iqnal perindo | Senin, 30 Oktober 2017 - 21:11:44 WIB | dibaca: 537 pembaca

Benhauser Manik Berjabat Tangan Dengan Bpk Hary Tanoesoedibjo

Batam – Sumpah Pemuda adalah sebuah keputusan kongres Pemuda yang diselenggarakan pada 27 sampai dengan 28 Oktober 1928 di Batavia atau Jakarta sekarang.

Keputusan kongres ini untuk menegaskan cita-cita bangsa dan memberi semangat serta mempersatukan bangsa.

Sumpah Pemuda merupakan satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Hasil rumusan dari Kerapatan pemuda-pemudi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Ketua Pemuda Perindo Kepri, Benhauser Manik memaknai Sumpah Pemuda dengan semangat Nasionalisme oleh seluruh pemuda serta pemuda-pemudi dapat melanjutkan tugas secara estafet dalam memajukan bangsa dan mampu bersaing secara global

“Sumpah pemuda dimaknai dengan semangat Nasionalis oleh seluruh pemuda Negri sehingga di ikrarkan sebagai kebangkitan untuk menyatukan Negri dari ujung barat Aceh hingga Papua” jelas Benhauser Manik, Sabtu (28/10/2017) kepada HMSTimes.com

Indonesia adalah Negara yang terdiri dari masyarakat yang majemuk. Pemuda harus berjuang demi kemajuan bangsa Indonesia. Pemuda juga berperan menjaga persatuan bangsa yang memiliki kemajemukan adat dan budaya, menjunjung tinggi persatuan Indonesia di atas segalanya. Serta pemuda harus dapat mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan susah payah dengan kegiatan yang positif, menjunjung tinggi budaya Indonesia, bangga menjadi tumpah darah dan bagian Indonesia. Jadi dapat dirumuskan, pemuda sangat  berperan dalam pembangunan dan memajukan bangsa.

Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda Penulisan menggunakan ejaan van Ophuysen.

Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sumber : hmstimes 

 


Video Terkait:










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)