DPP Pemuda Perindo

Di Malaysia, Pemuda Perindo Adopsi Sistem Kaderisasi UMNO Sasar Pemilih Pemula

Pemuda Perindo Ddiundang Dalam Pertemuan Nasional Partai United Malays National Organisazion (UMNO)

iqnal perindo | Selasa, 12 Desember 2017 - 23:04:03 WIB | dibaca: 274 pembaca

Ketua Umum DPP Pemuda Perindo, Effendi Syahputra

JAKARTA - Pemuda Perindo diundang dalam pertemuan nasional Partai United Malays National Organisazion (UMNO) sebagai pemimpin koalisi pemerintah Barisan Nasional (BN) di Putra World Trade Center, Kuala Lumpur.

"Saya diundang bersama Sekjen saya," jelas Ketua Umum DPP Pemuda Perindo Effendi Syahputra saat dikonfirmasi.

Effendi menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, banyak pelajaran terutama dari segi strategi politik dari UMNO yang bisa diadopsi di Indonesia. Sekjen DPP Pemuda Perindo Tantan Taufiq Lubis mengungkapkan bahwa, UMNO sebagai partai yang memimpin pemerintahan, memberikan porsi yang lebih besar kepada pemuda.

"Pertama, kami lihat dari sisi pengorganisasian partai. Partai UMNO ini adalah partai modern dengan infrastruktur yang luar biasa, bukan hanya lengkap di pusat, namun hingga ke tingkat RT. Dan yang paling menonjol, juga dalam sistem rekrutmen dan kderisasinya. Partai ini bisa merekrut kader potensial, baik muda hingga orang tua," jelas Taufiq saat berbincang dengan Okezone malalui sambungan telefon.

Taufiq melanjutkan, meski UMNO sempat ditinggalkan oleh tokoh sesepuh mereka, namun elektabilitas dari partai ini tak tergerus. Kuncinya, jelas Taufiq, ada pada reformasi yang mampu dikendalikan partai dengan baik.

"Selanjutnya mereka mengoptimalkan sayap partai. Ada sayap wanita, untuk kaderisasi kader di atas 40 tahun. Lalu ada sayap putri, untuk menampung aspirasi kader UMNO di bawah 40 tahun. Dan Pemuda UMNO, ini yang menjadi garda terdepan untuk kaderisasi, untuk melawan oposisi di Malaysia," papar Taufiq.

Menurut Taufiq, dalam sistem perpolitikan UMNO, pemuda di Malaysia dibentuk partai untuk menjadi teladan bagi pemuda yang lainnya. Dengan cara diberikan posisi yang strategis untuk menjalankan sistem perpolitikan dengan baik.

"Tokoh muda dioptimalkan dengan baik, karena meraka paham, ladang kader dan suara itu dari anak muda. Pertempuran merebut suara juga berada di pemilih pemuda. Sama di Indonesia, pemilih pemula makin meningkat jumlahnya saat Pemilu 2019 nanti," jelas Taufiq.

 

Sumber: Okezone 


Video Terkait:










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)