DPP Pemuda Perindo

Pemuda Perindo Akan Sosialisasi Serta Edukasi Ke Masyarakat Terkait Bahaya Miras Oplosan

Pemuda Perindo Kutuk Miras Maut Perenggut Nyawa

iqnal perindo | Minggu, 20 Mei 2018 - 13:58:14 WIB | dibaca: 137 pembaca

Ketua Umum Pemuda Perindo Effendi Syahputra

JAKARTA – Ketua Umum DPP Pemuda Perindo, Effendi Syahputra dengan tegas meminta semua pihak untuk lebih aktif dalam mengawasi peredaran minuman oplosan yang banyak merenggut korban jiwa, khususnya anak muda.

“Kondisi ini sudah sangat memprihatinkan. Kami mengutuk dengan keras minuman oplosan ini. Secara tegas harus diberantas,” ujarnya usai dihubungi Kamis, (3/5/2018).

Effendi menyebut miras oplosan sangat berbahaya karena dibuat dengan mencampurkan berbagai macam zat berbahaya. Alih-alih bisa memabukan, minuman oplosan justru merenggut nyawa penikmatnya.

Padahal, mencampurkan zat secara asal-asalan tanpa mengetahui efeknya akan berdampak pada rusaknya fungsi saraf tubuh hingga menyebabkan kematian.

“Ada banyak hal positif yang bisa dilakukan oleh anak muda daripada terjerat dengan kebiasaan buruk seperti mengkonsumsi minuman oplosan itu,” katanya.

Perlu dilakukan sosialisasi serta edukasi ke masyarakat terkait bahaya miras oplosan. Sebab, informasi soal bahaya mengkonsumsi miras oplosan cenderung terabaikan.

“Sosialisasi menjadi hal penting dan mendesak untuk dilakukan, agar insiden serupa tidak terulang kembali,” tuturnya.

Dibutuhkan kerja sama pemerintah dan aparat terkait melalui keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas) guna menegaskan Peraturan Daerah (Perda) tentang Larangan Miras dan penjualan minuman keras tanpa izin tertentu.

“Sehingga ke depannya memungkinkan bagi pihak berwajib untuk melakukan tindakan bila mana ada hal-hal terkait dengan kegiatan ini,” katanya.

Sebagai informasi, total korban tewas akibat miras oplosan mencapai 837 orang dengan sekitar 300 orang tewas selama tahun 2008 dan 2013. Angka ini kian melonjak sepanjang tahun 2014 hingga 2018 dengan jumlah korban mencapai lebih dari 500 orang.

Kasus terbaru akibat menenggak miras oplosan terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang merenggut 45 orang jiwa, utamanya mereka yang tewas adalah remaja di usia tanggung. Kasus ini pun dianggap sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sementara bos miras maut Samsudin Simbolon berhasil dibekuk setelah selama sepekan kabur dan bersembunyi di kampung halamannya di perbatasan Sumatera Selatan-Jambi.

Untuk itu, Effendi berharap agar generasi muda bisa menyalurkan bakat dan hobi mereka dengan terlibat dalam kegiatan organisasi di lingkungan masyarakat, kampus atau sekolah. Misalnya saja dengan bergabung bersama organisasi sayap Pemuda Perindo.

“Ketika pemuda sibuk dengan kreativitas mereka, maka mereka akan terhindar dari pergaulan negatif. Seperti Pemuda Perindo yang bisa menjadi wadah bagi anak muda menyalurkan energi mereka,” tutupnya.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)