DPW Pemuda Perindo

Nilai Pancasila Di Mahasiswa Sudah Memudar, Pemuda Perindo DKI Siap Membangkitkan Kembali Nilai Panc

Pemuda Perindo Tegaskan Pancasila Penangkal Radikalisme

iqnal perindo | Rabu, 06 Juni 2018 - 19:11:47 WIB | dibaca: 196 pembaca

Ketua DPW Pemuda Perindo DKI

AKARTA – Ketua DPW Pemuda Perindo DKI Jakarta Jonner B Silaen mengatakan Pancasila merupakan perangkat efektif bagi negara Indonesia untuk melawan berbagai aksi radikalisme dan terorisme yang kerap terjadi akhir-akhir ini.

Menurutnya nilai-nilai luhur Pancasila yang merupakan tonggak pemersatu bangsa kian memudar di generasi bangsa saat ini.

Hal ini mengacu dari munculnya isu paham radikalisme yang tumbuh subur di dunia pendidikan, khususnya di perguruan tinggi.

“Nilai-nilai Pancasila di mahasiswa itu sudah mulai memudar. Semangat Pancasila dan Sumpah Pemuda sudah tidak lagi tergambar di jiwa anak bangsa. Hal ini yang menyebabkan mereka mudah didoktrin oleh paham-paham radikalisme dan terorisme,” katanya, Senin (4/6/2018).

BNPT beberapa waktu lalu menyebutkan sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Insitut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme.

Padahal sebagai organisasi sayap kepemudaan, Pemuda Perindo dan Partai Perindo kerap kali mensosialisasikan antiradikalisme, terorisme dan intoleransi.

Sebab, Partai Perindo merupakan partai politik yang berpegang teguh terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila.

Jonner meminta kepada semua pihak untuk ikut mewaspadai pergerakan jaringan terorisme yang sewaktu-waktu bisa muncul kembali.

Misalnya dengan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan RT, RW, desa, hingga kecamatan.

Selain itu, ia mengatakan penyebaran paham radikalisme dan terorisme tidak hanya melalui kampus-kampus tetapi juga secara langsung ke individu lewat media sosial.

“Paham radikalisme ini semakin mengakar apalagi ditambah hadirnya media sosial yang terus berupaya mendoktrin secara visual dan berafiliasi terhadap suatu agama atau ajaran, maka itu menjadi dorongan kuat untuk mereka berpikir radikalisme,” tuturnya.

Sebelumnya, empat bom rakitan siap pakai ditemukan di Universitas Riau (Unri) Fakultas Fisipol, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu (2/6/2018).

Terduga teroris berinisial MNZ ditangkap bersama dua orang lainnya, yaitu RB alias D (34), dan OS alias K (32).

Ketiganya merupakan alumus Universitas Riau. Pelaku diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

MNZ juga mengaku pernah mendapat pesanan bom rakit dari pelaku penyerangan Mapolda Riau. MNZ sendiri ditetapkan sebagai tersangka, sementara dua lainnya masih berstatus saksi.


Video Terkait:










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)