Artikel

Seberapa pentingkah generasi muda & pemilih pemula dalam kancah politik?

Peran Generasi Muda & Pemilihan Pemula Dalam Pemilu Legislatif 2019

iqnal perindo | Jumat, 06 Oktober 2017 - 16:16:44 WIB | dibaca: 968 pembaca

Tulus Setyanto Ketua DPW Pemuda Perindo Banten

Banten - Pemuda dan pemilihan pemula merupakan kelompok/bagian yang penting dalam pemilu. Seberapa pentingkah generasi muda dan pemilih  pemula dalam kancah politik? Hal inilah yang harus di gali dan di cari tahu kita bersama, karena sejauh ini generasi muda dan pemilih pemula biasanya hanya di pakai/ramai dalam pegelaran pemilu saja oleh partai politik.

Kita harus lihat dulu jumlah politisi muda saat ini masih sangat minim, dengan analisa jumlah politisi muda di DPR hanya 17,2% dan politisi muda yang ada sekarang kebanyakan juga berasal dari kekerabatan politisi muda yang yang ada sekarangg kebanyakan juga berasal dari kekerabatan politisi yang sudah ada atau yang pernah menjabat.

Hasil penelitian yang di muat oleh Morissan yang diterbitkan dalam jurnal visi komunikasi Univ. Marcubuana tahun 2016. Menyebutkan bahwa generasi muda merupakan salah satu kelompok penting dalam pemilu dan hsail penelitian menunjukan 73,2% responden memberiskan suara pada pemilu legislative 2014.

Dari jumlah tersebut diatas partisipasi genrasi muda sangat tinggi tetapi minat dalam partisipasi politik masih rendah, mereka hanya sering dalam obrolan-obrolan saja. Disinilah di butuhkan support, strategi dalam memberikan pemahaman dan pendidikan politik agar generasi muda dan pemilih pemula bias berpatisipasi dengan aktif dan menjadikan mereka bagian dari penentu arah kebijakan, sehingga generasi muda mempunyai tanggung jawab dan bias berbuat banyak untuk bangsa dan negara. Karena generasi muda/pemilih pemula merupakan “Aset” (Human Capital) yang harus terus di pupuk dan dijaga.

Dalam suatu kajian, tataran kursi DPR RI jumlah politisi muda usia 20-40 tahun yang berkecimpung di DPR periode 2014-2019, menurut kajian FORMAPPI 2014 lalu, dari 560 anggota DPR, hanya 96 orang (17,2%), 96 orang tersebut 15 orang (2,7%) berusia 20-30 tahun, sisanya 81 orang (14,5%) berusia 30-40 tahun.

 

Dari data diatas bahwa, memberikan suatu gambaran pertisipasi politisi muda masih minim padahal keberdaan generasi politisi muda sangat diharapkan, karena merupakan titik estapet generasu politisi senior. Itu semua meruapakan tantangan dan pekerjaan rumah semua partai politik, terutama partai PERINDO untuk mencetak dan mempersiapkan generasi muda PERINDO di kancah perpolitikan baik di tingkat daerah maupun nasional untuk menuju Indonesia Sejahtera.

 

Sumber : Tulus Setyanto

Ketua Pemuda perindo Banten

 


Video Terkait:










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)